Masalah Gizi dan Kesehatan Keluarga

Masalah Gizi dan Kesehatan Keluarga

Kisah Masalah Gizi dan Kesehatan Keluarga #1

“Liburan kali ini seharusnya menyenangkan. A dan istrinya masih terhitung pengantin baru. Kata orang, masih hangat-hangatnya. Belum punya momongan pula.

Tapi, semua berubah ketika A merasakan nyeri di dadanya, hingga tembus ke belikat. Awalnya, A mengira sakit tersebut hanya gejala masuk angin biasa. Sampai akhirnya, ia tak kuat lagi dan pergi ke klinik terdekat.

Dokter menyarankan melakukan tes EKG. Betapa kagetnya mereka. A harus dirujuk ke rumah sakit yang fasilitasnya lebih lengkap. Ia terkena serangan jantung.

Sang istri kaget tak terkata. Usia A belumlah 30. A memang agak gemuk, tapi sepertinya tidak sebegitu parah. Tidak merokok dan lingkungan di sekelilingnya tidak merokok juga. Setelah takdir Tuhan yang Maha Kuasa, apa sebabnya?

masalah gizi dan kesehatan keluarga

Kejutan dalam cerita ini belum sampai situ. Suami-istri baru itu harus menerima vonis dokter bahwa otot jantung tengah A sudah mati. Perlu tindakan kateter hingga pasang ring. Terbayang biaya pengobatan yang tidak sedikit. Belum lagi harus minum obat seumur hidup.

Selidik punya selidik, setelah operasi berhasil, dokter menyimpulkan kolestrol A tinggi sehingga menyebabkan serangan jantung.

A merenung dan mengiyakan dalam hati. Beberapa hari sebelum kasus ini, A makan kalap, hampir semua yang bersantan dilahap. Kemudian, juga makan seafood yang mengandung lemak tinggi.


Kisah Masalah Gizi dan Kesehatan Keluarga #2

“Duh, dek, kamu kok kurus banget, sih,”

Aku hanya berusaha tersenyum semanis mungkin jika ada yang bilang begitu pada anakku. Berdebat toh juga tidak ada gunanya.

Tapi, memang perlu kuakui, buah hati semata wayangku ini memang sulit makan setelah kuperkenalkan makanan ringan yang asin-asin itu pada akhir MPASI.

Ia mulai enggan jika kusuapi ayam atau telur. Ia juga enggan ketika keberikan brokoli dan wortel rebus.

Aku pun menyerah, lebih baik kuberikan makanan ringan yang asin-asin dan minuman manis dalam kemasan yang seribuan itu daripada ia tidak makan sama sekali.

Dan berat badannya tidak naik sejak itu. Ia mulai gampang batuk-pilek. Tinggi badannya juga tidak seperti teman sebayanya. Aku khawatir tumbuh-kembangnya.

masalah gizi stunting

Mau belajar gizi seimbang bingung harus ke mana.


Cuplikan kisah nyata di atas mungkin bisa Anda temui pada bumbu kehidupan sehari-hari, bersumber dari keluarga, kerabat, teman, atau tetangga rumah, atau cuitan di media sosial. Mungkin ceritanya berbeda, tapi garis besarnya mirip.

Menjaga apa yang ke luar dari mulut, sama pentingnya dengan menjaga apa yang masuk ke mulut.

Ketika hubungan antar manusia bisa rusak dengan sebab apa yang keluar dari mulut: gosip, adu domba, sindir-menyindir.

Maka, hubungan manusia dengan dirinya sendiri (baca: kesehatan) bisa rusak dengan sebab apa yang masuk ke mulut:

  • jumlahnya tidak terkontrol
  • jenisnya tidak diperhatikan
  • cara makan yang penting enak dan kenyang

Apalagi 7 dari 10 penduduk Indonesia mengatakan kesehatan adalah prioritas hidup mereka, menurut Sun Life Financial.

Ketika seseorang berkomitmen untuk menjaga kesehatannya, ia akan menuai hasilnya. Mereka hidup dengan lebih baik, beribadah lebih lancar, belajar lebih cerdas, bekerja lebih produktif, dan nikmati momen indah dan bahagia setiap harinya. Bayangkan, jika Anda dan keluarga dapatkan kenikmatan itu.

Saat sebagian besar orang ditanya hal apa yang paling berharga dalam hidup, tentunya mereka akan menjawab masalah yang mereka ingin hindari, termasuk masalah gizi.

Standar Seseorang dikatakan Sehat

Mungkin, Anda telah mengenal standar seseorang dikatakan sehat. Atau, bahkan Anda sudah punya standar sendiri.

Tapi, jika kita mengambil standar sehat pemerintah Indonesia, yaitu Bappenas, seseorang dikatakan sehat jika ia terhindar dari faktor risiko penyakit, yaitu:

  1. status gizi yang baik
  2. terhindar dari faktor risiko penyakit tidak menular,
    1. tidak obesitas
    2. tidak merokok

Status gizi yang baik artinya ia tidak terlalu gemuk ataupun tidak terlalu kurus.

Bagaimana cara mengetahui Anda bisa ketahui status gizi Anda dalam keadaan baik?

Salah satu alat ukur status gizi yang populer adalah Indeks Massa Tubuh / IMT.

Kenyataan Pahit Hari ini

Dua cuplikan cerita pada awal artikel ini mengatakan kenyataan pahit hari ini, yang kami simpulkan setelah membaca laporan dari Kementerian Kesehatan RI:

  1. Orang dewasa terlalu gemuk, bahkan obesitas, yang bisa mengantarkan pada penyakit jantung, diabetes, dan kawan-kawannya.
  2. Anak-anak mengalami kurang gizi bahkan sejak kandungan, sehingga kerdil atau stunting, yang merusak tumbuh-kembangnya dan kesempatan buah hati bersinar di masa depan.
  3. Sebagian besar orang kenyang perut, tapi tubuhnya masih lapar. Mengapa? Salah satunya, karena hanya mementingkan jumlah yang dimakan, belum kualitas gizinya.

Terdengar menyeramkan, ya?

Solusi dari Ahli

Ibarat pergi ke tempat asing perlu bantuan peta, maka untuk masalah gizi ini, kita perlu dengar dari halinya.

Menurut dr. Ketut Suarjaya,Yang menjadi penyebab terjadinya masalah gizi sebenarnya bukan semata karena konsumsi yang kurang (seimbang), melainkan pola makan yang tidak baik atau keliru yang dibiasakan oleh para orang tua maupun pengasuh,”

Maka, ada dua kata kunci solusi:

  1. Pola makan yang baik.
  2. Pola asuh mengenai pola makan yang baik.

Bayangkan, jika Anda mampu membiasakan pola makan yang baik untuk anak Anda dari kecil, saat tumbuh dewasa, anak akan memiliki karakter makan yang baik dengan sendirinya. Pada akhirnya, ia akan menjalani hidup sehat dan bahagia.

Tapi mungkin Anda mulai dilanda kegelisahan baru dan bertanya-tanya, pola makan seperti apa yang perlu Anda biasakan kepada anak?

Sebagian besar orang akan menjawab 4 sehat 5 sempurna.

Tapi, tahukah Anda?

bahwa konsep 4 sehat 5 sempurna sudah usang, ketinggalan zaman, dan tidak lagi seharusnya digunakan.

Lalu, bagaimana dong?

Gizi Seimbang Solusi yang Lebih Dahsyat

Ibarat matahari pada siang hari dan bulan pada malam hari, masalah juga berpasangan dengan solusinya.

Secara sederhana, gizi seimbang adalah susunan makanan yang:

  1. memenuhi kebutuhan seseorang untuk segala jenis usia, tua-muda, bahkan untuk ibu hamil.
  2. tidak perlu makanan yang mahal, bahkan Anda bisa menemukan bahan makanan bergizi seimbang di tukang sayur yang lewat depan rumah. Wow.
  3. tidak ada pantangan khusus untuk gula-garam untuk orang sehat. Anda bisa membuat makanan bergizi seimbang dengan resep andalan Anda.

Pembahasan gizi seimbang akan Anda dapatkan pada artikel-artikel selanjutnya, karena artikel ini akan sangat panjang jika membahas itu semua.

Anda akan temukan artikel yang ringkas namun lengkap dan mudah Anda pahami, antara lain:

  1. Gizi Seimbang solusi lebih ampuh daripada Empat Sehat Lima Sempurna.
  2. 5 Langkah mudah menjalani Gizi Seimbang setiap hari tanpa ribet tanpa mahal.
  3. Menentukan jatah makan sesuai gizi seimbang. ‘Jatah Makan’ yang membuat kenyang luar dan dalam.
  4. Memilih jenis makanan dan porsinya seusai gizi seimbang, yang bisa Anda temukan di tukang sayur yang lewat depan rumah.
  5. Penerapan gizi seimbang untuk hidup sehari-hari, dari food prep, hingga MPASI gizi seimbang yang bisa menghemat 89% pengeluaran keluarga Anda.

Anda akan dapatkan artikel eksklusif langsung ke email Anda.

Dapatkan artikel eksklusif hasil kami mengedukasi gizi seimbang di 110 daerah di seluruh Indonesia selama 11 tahun terakhir. Anda mungkin tidak akan menemukannya di tempat lain.

Sebelum Anda daftarkan email yang paling Anda sering gunakan, Anda perlu pahami bahwa kami akan menjaga privasi data Anda. Kami tidak akan pernah menjual data Anda pada pihak ketiga.

Sampai jumpa pada artikel berikutnya.

Yuk, Bagikan kebaikan: